PROSESI ADAT PERNIKAHAN BUDAYA TOLAKI KENTAL MEWARNAI DESA TAIPA, WARGA TAIPA JAGA BUDAYA LELUHUR

  • Jun 06, 2026
  • Admin

Taipa, Sabtu. 06 Juni 2026 - Suasana khidmat dan kental nuansa budaya Tolaki mewarnai Desa Taipa, Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara pada Sabtu, 6 Juni 2026. Warga setempat menggelar prosesi adat pernikahan budaya Tolaki yang masih mempertahankan nilai-nilai leluhur, sekaligus menjadi bukti kuatnya silaturahmi antar warga.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari dengan tradisi penyambutan tamu dan keluarga pengantin di depan rumah. Terlihat dua orang perempuan mengenakan kebaya dan sarung membentangkan kain sarung bermotif batik coklat keemasan di pintu gerbang. Tradisi ini merupakan simbol penghormatan dan restu dari tuan rumah kepada tamu yang datang.

Prosesi kemudian berlanjut dengan arak-arakan pengantin menuju kediaman. Pengantin pria tampil gagah mengenakan baju adat maroon lengkap dengan penutup kepala adat berornamen emas. Ia digandeng oleh sesepuh desa, diapit keluarga dari pihak laki-laki yang mengenakan pakaian adat warna putih dan hijau. Iring-iringan mempelai laki-laki yang berjalan kaki di jalan desa menambah semarak suasana. Deretan rumah dan pohon kelapa, menjadi latar yang memperkuat identitas desa.

Puncak acara berlangsung di dalam rumah yang telah dihias kain putih dan emas. Camat Lembo (Rusmin, SP), Kepala Desa Taipa (Miso), Para tokoh adat, para tokoh agama, dan keluarga kedua mempelai duduk bersila melingkar di atas karpet. Di tengah lingkaran diletakkan seserahan yang disajikan di atas baki adat. Proses duduk adat dan penyerahan berlangsung dengan dipandu oleh pemuka adat setempat, disaksikan warga yang memenuhi ruangan.

Salah satu warga yang hadir menyampaikan bahwa prosesi seperti ini harus terus dijaga. "Ini bukan sekadar pernikahan, tapi cara kita mengajarkan anak cucu tentang adat budaya Tolaki dan cara menghargai orang lain. Kain yang dibentangkan itu artinya kita membuka pintu dan hati untuk keluarga baru," ujarnya.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah arus modernisasi, masyarakat Desa Taipa tetap teguh menjaga tradisi budaya tolaki. Prosesi adat pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga pengikat kebersamaan seluruh warga Desa Taipa.

KIM Desa Taipa akan terus mendokumentasikan dan mengangkat setiap kegiatan positif warga, agar nilai adat budaya  Tolaki dan semangat gotong royong tetap hidup untuk generasi mendatang.