Tugas Pokok Dan Fungsi KIM

Tugas pokok Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah untuk mewujudkan masyarakat yang aktif, peduli, peka dan memahami informasi. KIM juga bertugas memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, serta menciptakan jaringan informasi dan media komunikasi dua arah. Secara lebih rinci, tugas pokok KIM meliputi:

  • Mengakses dan Memproses Informasi:

KIM berperan dalam mengakses informasi dari berbagai sumber, baik langsung maupun tidak langsung. Informasi yang didapat kemudian diproses melalui diskusi dan tukar menukar informasi. 

  • Diskusi dan Pemecahan Masalah:

KIM memfasilitasi diskusi antar anggota untuk mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan membuat keputusan bersama. 

  • Implementasi dan Pendayagunaan Informasi:

KIM mengimplementasikan keputusan yang telah dibuat dengan mendayagunakan pengetahuan dan informasi yang diperoleh. 

  • Networking dan Diseminasi Informasi:

KIM membangun jaringan dengan kelompok lain untuk saling berbagi informasi dan pengalaman, serta menyebarluaskan informasi kepada masyarakat luas. 

  • Menyerap dan Menyalurkan Aspirasi:

KIM berperan dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat kepada pihak terkait. 

  • Meningkatkan Literasi Masyarakat:

KIM membantu meningkatkan literasi informasi, media massa, dan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan masyarakat. 

 

Fungsi utama Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) adalah sebagai wahana informasi antara anggota KIM, dari KIM ke pemerintah, dan dari pemerintah kepada masyarakat. KIM juga berfungsi sebagai mitra dialog dengan pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik. Selain itu, KIM berperan dalam meningkatkan literasi anggota KIM dan masyarakat di bidang informasi dan media massa, serta sebagai lembaga yang memiliki nilai ekonomi. 

Lebih detailnya, fungsi KIM meliputi:

  • Mitra Dialog:

    KIM berperan sebagai mitra dialog dengan pemerintah dalam menyusun kebijakan publik, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan dalam proses pengambilan keputusan. 

  • Peningkatan Literasi:

    KIM membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat di bidang informasi, media massa, dan teknologi komunikasi, sehingga mereka lebih mampu mengakses dan memanfaatkan informasi secara efektif. 

  • Lembaga dengan Nilai Ekonomi:

    KIM dapat menjadi lembaga yang memiliki potensi ekonomi, misalnya melalui kegiatan-kegiatan usaha produktif yang dikelola oleh anggota KIM. 

  • Pemberdayaan Masyarakat:

    KIM berperan dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta memberdayakan mereka untuk mengakses dan menyalurkan informasi secara efektif. 

  • Pengembangan Komunikasi:

    KIM membantu meningkatkan kemampuan komunikasi antar anggota masyarakat dan antara masyarakat dengan pemerintah, sehingga tercipta komunikasi yang lebih efektif dan produktif. 

  • Jaringan Informasi:

    KIM menjadi wadah untuk mengembangkan jaringan informasi yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat dan pihak terkait. 

  • Wahana Informasi:

    KIM menjadi sarana pertukaran informasi secara horizontal antar anggota, serta sebagai saluran komunikasi dari masyarakat (KIM) ke pemerintah (bottom-up) dan dari pemerintah ke masyarakat (top-down).